::: JIKA AKU JATUH NANTI :::


Jika aku jatuh nanti,,,
bantulah aku untuk bangun,obati lukaku,dan hapus airmataku..

Jika aku lemah,,,
topang langkahku,dan tersenyumlah untukku..

Jika aku buta,,,
bimbing langkahku,terangi mimpiku,dan ajaklah aku berkreasi..

Jika aku bersedih,,
tunjukkan kebahagiaan padaku,ajarkn aku tersenyum,dan perlihatkan ceriamu padaku..

Tapi jika aku mati,,,
janganlah menangis,janganlah kecewa,janganlah terluka..

karena jika kau menangis,aku tak kan mampu terbangun lagi untuk menghapus perihmu..

Tapi aku berjanji,akan tetap hidup dalam hatimu,sampai…
kau sendiri yg akan menghapus namaku dari hatimu…

Iklan

::: PENGAKUANKU :::


 

 

1. Fii pengen ngakuin sesuatu pada kalian.. baca no 5

2. Lagi buru buru yach? Baca no 8

3. Ehm…penasaran yach? Baca no 9 coba..

4. Eh…afwan,jadi bingung yach? Biar nggak bingung, baca no 15

5. Tapi Fii nggak punya keberanian nich…;-( no 17 aja yach?

6. Fii pengennya sich ngomong sekarang….tapi mendingan baca no.16

7. Oke dech,Fii bakalan ngomong, tapi baca dulu no.2

8. Yang pengen Fii sampein tuh simple banget.. makanya, baca donk no.4

9. Aduh…nggak usah pada deg deg-an gitu donk.. yang mau Fii bilang sederhana.se sederhana no.18
10. Belum siap ni… baca n0.19 dulu yach?

11. Udah mulai capek yach? Tenang… baca no.13

12. Sebenernya, Fii mau ngomong kalau….( ah..baca no.3 deh..)

13. Tinggal dikit lagi lho..baca no.20

14. Fii Cuma mau bilang,Fii itu imuuuuuuuuuuuuuuuuuuut banget_^

15. Kalian dah mulai penasaran khaaaan? Baca di no 6

16. Duuuuh,masih belum ngerti yach?? Baca no.12

17. Ehm…Fii malu ni…bener deh.. baca no.7

18. Fii nggak tahu kira kira kalian nanti ngertiin ini nggak ya? Tolong donk baca no.10

19. Baca no 11 dengan tenang yach… ntar kalian tahu

20. Sekarang bener deh Fii ngomong.. baca no.14,tapi jangan keras keras yach..

::: IKHWAN SEJATI :::


Seorang remaja putra bertanya pada ibunya,

“Ummi,,ceritakan padaku tentang ikhwan sejati” sang ibu tersenyum dan menjawab,

“ikhwan sejat bukan dlihat dari suaranya yg lantang,tapi dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya.

Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,melainkan dari sikap bersahabatnya kepada generasi bangsa.

Ikhwan sejati bukan dilihat dari seberapa besar ia dihormati ditempat kerja,melainkan dari bagaimana ia dihormati dalam rumahnya

Ikhwan sejati bukan dilihat dr keras pukulannya,melainkan dr sikap bijaknya menghadapi persoalan

Ikhwan sejati bukan dilihat dari dada nya yg bidang, melainkan dr hati yg ada di balik dada nya yg bidang itu

Ikhwan sejati bukan dilihat dr banyaknya akhwat yg memujanya,melainkan dr tangguhnya ia menjaga pandangan matanya dari padanya

Ikhwan sejati bukan dilihat dr jumlah barbel yg dibebankan, melainkan dr tabahnya ia menghadapi liku-liku kehidupan

Ikhwan sejati bukan dilihat dr keras dan bagusnya ia membaca al-Quran, melainkan dr konsistennya ia menjalankan apa yg ia baca dr al-Quran”

Setelah itu,si anak bertanya,

“lalu,siapa orang yg memenuhi kriteria itu,ummi?Apa aku termasuk ikhwan sejati?”
sang ibu mengambil sebuah buku dan memberikannya pada anaknya seraya berkata,

“ kalau kamu ingin menjadi ikhwan sejati,pelajari ia..” si anak pun mengambil buku itu dan melihatnya.

“MUHAMMAD”
Judul buku yg tertera di buku itu…..

::: AKHWAT SEJATI :::


Seorang gadis yang sedang beranjak dewasa bertanya pada ayahnya,

“ya abi… ceritakan padaku tentang akhwat sejati” sang ayahpun menoleh dan tersenyum seraya mennjawab,

“ akhwat sejati bukanlah dilihat dr kecantikan paras wajahnya,melainkan dr kecantikan hati yang ada di balik dadanya.

Akhwat sejati bukan dilihat dr bentuk tubuhnya yg memesona, melainkian dilihat dr sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya, yang hanya akan ia persembahkan bagi suaminya saja.

Akhwat sejati bukan dilihat dr begitu banyak kebaikan yg ia berikan,melainkan dilihat dr keihlasannya memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dr seberapa indah lantunan suaranya, melainkan dari apa yg sering mulutnya bicara..

Akhwat sejati bukan dilihat dr keahliannya berbahasa, melainkan dr bagaimana caranya ia berbicara.”
Sang ayah terdiam sembari menatap putrinya.

“lantas apalagi abi?”

“Ketahuilah wahai putriku,Akhwat sejati bukan dilihat dr keberaniannya berpakaiyan, melainkan dilihat dr sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatan.

Akhwat sejati bukan dilihat dr kekhawatiranny digoda orang. Melainkan dr kekhawatirannya mengundng orang lain jadi tergoda.

Akhwat sejati juga tak dilihat dr seberapa banyak dan besarnya ujian yg ia jalani, melainkan dr sejauh mana ia hadapi ujian itu dengan rasa syukur..

Dan ingatlah wahai putriku,
Akhwat sejati bukan dilihat dr sifat supel nya saat bergaul,melainkan dr sejauhmana ia bisa menjaga dirinya saat bergaul.”

Setelah itu, si anak kembali bertanya,
“siapa yg menjadi kriteria seperti itu abi? Apa aku bisa jadi akhwat sejati?”

Sang ayah beranjak dan mengambil sebuah buku. Lalu memberikannya pada sang anak.
“pelajarilah mereka kalau kamu ingin menjadi akhwat sejati”

Sang anakpun mengambil buku itu dan melihat tulisan,

“ISTRI PARA NABI”

“ putriku, meskipun kamu bukan salah satu dr istri nabi,tapi meneladaninya adalah salah satu bentuk kecintaanmu pada Allah dan Rasulullah. Teladani akhlak mereka, karena dengan begitu, kelak engkau akan menjadi akhwat sejati, menjadi salah satu permata yg indah yag akan selalu dicari”

::: MENGAPA PEREMPUAN MUDAH MENANGIS ? :::


Suatu hari, seorang anak bertanya kepada umminya,
“ummi, mengapa ummi menangis?”

umminya menjawab, “Sebab ummi adalah perempuan, nak.”

“Saya tidak mengerti ummi,” kata si anak.

umminya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
“Nak, kau memang tak akan mengerti..”

Kemudian si anak bertanya kepada abinya.
“Abi, mengapa ummi menangis?”
“ummi mu menangis tanpa sebab yang jelas,” abi menjawab.
“Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan,
“Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?”
Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar
jawapannya:

“Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.

“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya.

Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..?
“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

::: ANDAIKAN YANG PERTAMA KALI KU UBAH ADALAH DIRIKU :-( :::


Aku ingin merubah SEMUANYA..

Aku ingin merubah SEGALANYA..

Tapi rasanya tak mungkin jika aku merubah semuanya secara bersamaan..

Maka cita – cita itu pun agak kupersempit,

Lalu kuputuskan untuk hanya MERUBAH NEGERIKU.

Namun nampaknya, hasrat itu pun tiada hasilnya.

Ketika usiaku makin senja, dengan semangatku yang masih tersisa.

Kuputuskan untuk merubah KELUARGAKU,

orang – orang yang paling dekat denganku.

Tapi celakanya, merekapun tidak mau diubah!!!!

Dan kini,

Saat aku berbaring menunggu ajal ku, aku menyadari sesuatu..

“ANDAIKAN YANG PERTAMA KALI KU UBAH ADALAH DIRIKU ”

Maka aku akan merubah diriku menjadi sosok yang bisa jadi panutan..

Sehingga mungkin aku bisa mengubah KELUARGAKU.

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki NEGERIKU,

Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah DUNIA!!!