::: JIKA AKU JATUH NANTI :::


Jika aku jatuh nanti,,,
bantulah aku untuk bangun,obati lukaku,dan hapus airmataku..

Jika aku lemah,,,
topang langkahku,dan tersenyumlah untukku..

Jika aku buta,,,
bimbing langkahku,terangi mimpiku,dan ajaklah aku berkreasi..

Jika aku bersedih,,
tunjukkan kebahagiaan padaku,ajarkn aku tersenyum,dan perlihatkan ceriamu padaku..

Tapi jika aku mati,,,
janganlah menangis,janganlah kecewa,janganlah terluka..

karena jika kau menangis,aku tak kan mampu terbangun lagi untuk menghapus perihmu..

Tapi aku berjanji,akan tetap hidup dalam hatimu,sampai…
kau sendiri yg akan menghapus namaku dari hatimu…

::: SEMUA AKAN JADI INDAH PADA WAKTUNYA :::


aku minta pada Allah setangkai bunga segar…
tapi Dia beri aku kaktus berduri…

Aku minta binatang mungil nan elok.,
tapi Dia beri aku ulat berbulu…

aku kecewa…
aku marah…
aku benci..
aku protes…

betapa tidak adilnya Allah padaku..
betapa tidak adilnya hidup ini…

tapi……………..,

seiring berjalannya waktu, kaktus itu berbunga dan bunganya sangat indah..
dan ulat berpbulu itupun berubah menjadi kupu-kupu yang amat elok warnanya…

itulah sesungguhnya rahasia Allah..

” SEMUA AKAN JADI INDAH PADA WAKTUNYA…”

Dia tidak memberi apa yang kita harapkan,tapi Dia akan memberi apa yg kita butuhkan…

itulah gambaran diri kita,yang sering berkeluh kesah tatkala menerima pemberian dariNya yang tidak sesuai keinginan kita..
betapa sering kita menyia nyiakan nikmat pemberianNya hanya karena kita merasa semua itu tidak sesuai dengan keinginan kita…

Astaghfirullah… ampuni kami ya Allah…

::: DOA SEORANG PECINTA :::


Ya Allah…

Berilah aku rizki cintaMU dan cinta orang yg cintanya bermanfaat untuk ku d sisi Mu..

Ya Allah,,
segala yg Engkau rizkikan untuk ku d antara yg aku cintai, jadikan itu sebagai kekuatan untuk mendapatkan apa yg Engkau cintai..

Ya Allah,,
apa yg Engkau singkirkan d antara sesuatu yg aku cintai, jadikan itu kebebasan untuk ku dlm segala hal yg Engkau cintai..

(HR. TIRMIDZI )

::: DERAP TASBIH CINTA :::


Rabbi..
Jika cintaku Kau ciptakan untuknya,tabahkan hatinya, teguhkan iman nya,sucikan cintanya,lembutkan rindunya..

Rabbi..

Jika hatiku Kau ciptakan untuknya, penuhi hatinya dgn kasih Mu,
terangi langkahnya dengan nur Mu,
bisikkan kedamaian dalam kegalauan,
temani dia dlm kesepian..

Rabbi..

Kutitipkan cintaku padaMu untuknya..
Resapkan rinduku pada rindunya..
Mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya dlm cinta Mu

sebab,sungguh aku mencintainya karena Mu

::: AKU YANG BEGITU LEMAH KARENA CINTA :::


Kau benar..
Cinta selalu melahirkan keberanian, keberanian untuk memperjuangkan cintanya,
Keberanian untuk mengatakan dan mengungkapkan perasaan..

Tapi aku???
Akulah yang barangkali patut di cap sebagai pengecut,
Yang hanya bisa berlindung di balik egoisme dan ketidak berdayaanku,

Sampai kapan aku akan terus bertahan dalam keadaan seperti ini?
Entahlah…
Aku tidak tahu…

Aku harap waktu akan membantuku mendapatkan jawaban

Semoga kau mengerti..

::: PENGAKUANKU :::


 

 

1. Fii pengen ngakuin sesuatu pada kalian.. baca no 5

2. Lagi buru buru yach? Baca no 8

3. Ehm…penasaran yach? Baca no 9 coba..

4. Eh…afwan,jadi bingung yach? Biar nggak bingung, baca no 15

5. Tapi Fii nggak punya keberanian nich…;-( no 17 aja yach?

6. Fii pengennya sich ngomong sekarang….tapi mendingan baca no.16

7. Oke dech,Fii bakalan ngomong, tapi baca dulu no.2

8. Yang pengen Fii sampein tuh simple banget.. makanya, baca donk no.4

9. Aduh…nggak usah pada deg deg-an gitu donk.. yang mau Fii bilang sederhana.se sederhana no.18
10. Belum siap ni… baca n0.19 dulu yach?

11. Udah mulai capek yach? Tenang… baca no.13

12. Sebenernya, Fii mau ngomong kalau….( ah..baca no.3 deh..)

13. Tinggal dikit lagi lho..baca no.20

14. Fii Cuma mau bilang,Fii itu imuuuuuuuuuuuuuuuuuuut banget_^

15. Kalian dah mulai penasaran khaaaan? Baca di no 6

16. Duuuuh,masih belum ngerti yach?? Baca no.12

17. Ehm…Fii malu ni…bener deh.. baca no.7

18. Fii nggak tahu kira kira kalian nanti ngertiin ini nggak ya? Tolong donk baca no.10

19. Baca no 11 dengan tenang yach… ntar kalian tahu

20. Sekarang bener deh Fii ngomong.. baca no.14,tapi jangan keras keras yach..

::: IKHWAN SEJATI :::


Seorang remaja putra bertanya pada ibunya,

“Ummi,,ceritakan padaku tentang ikhwan sejati” sang ibu tersenyum dan menjawab,

“ikhwan sejat bukan dlihat dari suaranya yg lantang,tapi dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya.

Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,melainkan dari sikap bersahabatnya kepada generasi bangsa.

Ikhwan sejati bukan dilihat dari seberapa besar ia dihormati ditempat kerja,melainkan dari bagaimana ia dihormati dalam rumahnya

Ikhwan sejati bukan dilihat dr keras pukulannya,melainkan dr sikap bijaknya menghadapi persoalan

Ikhwan sejati bukan dilihat dari dada nya yg bidang, melainkan dr hati yg ada di balik dada nya yg bidang itu

Ikhwan sejati bukan dilihat dr banyaknya akhwat yg memujanya,melainkan dr tangguhnya ia menjaga pandangan matanya dari padanya

Ikhwan sejati bukan dilihat dr jumlah barbel yg dibebankan, melainkan dr tabahnya ia menghadapi liku-liku kehidupan

Ikhwan sejati bukan dilihat dr keras dan bagusnya ia membaca al-Quran, melainkan dr konsistennya ia menjalankan apa yg ia baca dr al-Quran”

Setelah itu,si anak bertanya,

“lalu,siapa orang yg memenuhi kriteria itu,ummi?Apa aku termasuk ikhwan sejati?”
sang ibu mengambil sebuah buku dan memberikannya pada anaknya seraya berkata,

“ kalau kamu ingin menjadi ikhwan sejati,pelajari ia..” si anak pun mengambil buku itu dan melihatnya.

“MUHAMMAD”
Judul buku yg tertera di buku itu…..

::: AKHWAT SEJATI :::


Seorang gadis yang sedang beranjak dewasa bertanya pada ayahnya,

“ya abi… ceritakan padaku tentang akhwat sejati” sang ayahpun menoleh dan tersenyum seraya mennjawab,

“ akhwat sejati bukanlah dilihat dr kecantikan paras wajahnya,melainkan dr kecantikan hati yang ada di balik dadanya.

Akhwat sejati bukan dilihat dr bentuk tubuhnya yg memesona, melainkian dilihat dr sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya, yang hanya akan ia persembahkan bagi suaminya saja.

Akhwat sejati bukan dilihat dr begitu banyak kebaikan yg ia berikan,melainkan dilihat dr keihlasannya memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dr seberapa indah lantunan suaranya, melainkan dari apa yg sering mulutnya bicara..

Akhwat sejati bukan dilihat dr keahliannya berbahasa, melainkan dr bagaimana caranya ia berbicara.”
Sang ayah terdiam sembari menatap putrinya.

“lantas apalagi abi?”

“Ketahuilah wahai putriku,Akhwat sejati bukan dilihat dr keberaniannya berpakaiyan, melainkan dilihat dr sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatan.

Akhwat sejati bukan dilihat dr kekhawatiranny digoda orang. Melainkan dr kekhawatirannya mengundng orang lain jadi tergoda.

Akhwat sejati juga tak dilihat dr seberapa banyak dan besarnya ujian yg ia jalani, melainkan dr sejauh mana ia hadapi ujian itu dengan rasa syukur..

Dan ingatlah wahai putriku,
Akhwat sejati bukan dilihat dr sifat supel nya saat bergaul,melainkan dr sejauhmana ia bisa menjaga dirinya saat bergaul.”

Setelah itu, si anak kembali bertanya,
“siapa yg menjadi kriteria seperti itu abi? Apa aku bisa jadi akhwat sejati?”

Sang ayah beranjak dan mengambil sebuah buku. Lalu memberikannya pada sang anak.
“pelajarilah mereka kalau kamu ingin menjadi akhwat sejati”

Sang anakpun mengambil buku itu dan melihat tulisan,

“ISTRI PARA NABI”

“ putriku, meskipun kamu bukan salah satu dr istri nabi,tapi meneladaninya adalah salah satu bentuk kecintaanmu pada Allah dan Rasulullah. Teladani akhlak mereka, karena dengan begitu, kelak engkau akan menjadi akhwat sejati, menjadi salah satu permata yg indah yag akan selalu dicari”

::: SADAR DIRI :::


Mengapa mendamba bidadari se cerdas Aisyah, jika kepribadian kita tak se mulia Rasulullah?

Mengapa pula mengharap pendamping setegar Fatimah Az Zahra, jika kita tak mampu menjalani hidup se tegar Ali bin Abi Thalib?

Pantas kah kita menginginkan istri secantik zulaikha, padahal kepribadian kita sangat jauh dibandingkan dengan Yusuf?

Apa kita masih percaya diri untuk memiliki teman hidup seperti Balqis padahal kita tak sesempurna Sulaiman??

SADAR DIRI!

Itulah kuncinya.

Pantaskah kita mengharap imbalan yg berlebih darinya padahal yg sudah kita lakukan sangat jauh dr sempurna?

Pantaskah kita meminta beribu ribu kesenangan pada Nya, padahal kita sering melupakan Nya?

SADAR DIRI!

Itulah kuncinya..

Ketika kita sadar bahwa kita tak sesempurna Rasulullah padahal kita mendamba pendamping secerdas Aisyah, maka kita akan berusaha keras untuk menjadi seperti Rasulullah agar kita pantas mendamba seorang bidadari secerdas Aisyah.

Tatkala kita bisa menjalani hidup ini dengan lebih bijak dan lebih tegar seperti Ali, maka kita akan pantas jika kita mengharap pendamping setegar Fatimah..

Begitupun ketika kita bisa mencontoh kepribadian Yusuf, maka tak mustahil jika kelak nanti kita akan mendapat imbalan berupa istri secantik Zulaikha..

Dan tak akan ada yg menertawakan kita saat kita mempersunting permata seperti Balqis ketika kita sudah bisa menjadi seperti Sulaiman..

SADAR DIRI!

Itulah kuncinya..
Semua tergantung pada niat kita..

Saudaraku, selalu tajdiidun niyah dalam rangka ishlah diri untuk menuju pribadi yg lebih baik..

Bismillah……;-)